Postingan

Happiness

Coba ceritakan pengalaman paling membahagiakan dalam hidupmu? Pertanyaan ini kali kedua saya dapatkan, tapi tetap saja saya masih ragu dan bingung untuk bercerita. Kenapa? Karena setiap kali saya mengingat momen membahagiakan yang ingin saya ceritakan, seketika muncul pertanyaan dalam benak saya, “Ih, pengalaman itu membahagiakankah untuk didengarkan oranglain? Hmm. Ah, sepertinya biasa saja!”. Kemudian saya mencoba mengingat lagi momen membahagiakan lainnya, namun tetap saja pertanyaan dan keraguan itu terus muncul hingga membuat saya menyimpulkan, saya tidak punya pengalaman paling membahagiakan yang menarik untuk diceritakan. Tetapi karena harus bercerita, saya hanya menerka-nerka kira-kira pengalaman apa yang saya alami yang bisajadi membahagiakan jika didengar oleh oranglain. Setelah sesi saling bercerita selesai, saya mendengar banyak cerita, banyak pengalaman dari teman-teman. Ada yang membuat saya ikut bahagia, namun ada juga pengalaman yang membuat saya bingung dimana leta...

Outdoor Class : River of the life

Gambar
Dibawah pohon pinus, -Kak Naomi- salah seorang fasilitator outdoor class pagi itu mengarahkan kami untuk mengingat beberapa peristiwa penting dalam hidup yang kemudian digambarkan dalam ilustrasi sungai. Sungai yang penuh dengan bebatuan bisa jadi menggambarkan lika-liku kehidupan yang begitu berat dijalani. Begitupula jika sungai dipenuhi bunga yang indah bermekaran bisa jadi menggambarkan kebahagiaan di masa itu. Lika-liku kehidupan dan kebahagiaan tentu melibatkan beberapa orang di dalamnya. Ada yang sudah dimaafkan, namun ada pula yang masih tersisa rasa kecewa yang mendalam. Maka ilustrasinya bisa lebih berkembang lagi, tergantung dari kreativitas para peserta.   Setelah menceritakan alur kehidupan dalam ilustrasi sungai, fasilitator selanjutnya -Kak Therry- mengajak kami menuju tempat yang indah dan menenangkan. Kami menyebutnya air terjun perdamaian, meski nama sebenarnya air terjun Parangbugisi. Sebelum memulai perjalanan, Kak Therry memberikan tantangan kepada kami yan...

Resilience

Gambar
Sembari memandangi langit kelabu lewat jendela kamarku, aku menengok beberapa peristiwa yang kuanggap kelam dalam hidupku. Sejak kecil, ibu selalu memperlakukan ku secara berlebihan, khawatir berlebihan, memarahi berlebihan dan kadang membuatku tidak nyaman. Kekhawatiran yang berlebihan itu membuat ku tidak bisa memilih sesuatu yang aku inginkan, sekalipun warna baju, ataupun model sepatu. Bukan karena aku tidak pandai memilih, namun karena ibu ku yang selalu khawatir aku salah memilih. Sikap ibu berlanjut seperti itu hingga usiaku menginjak dewasa. Berbagai penolakan silih berganti datang padaku, dan hanya satu orang yang melakukan itu, cuma ibu. Mulai dari organisasi yang aku ikuti bahkan dipuncak kepemimpinanku, aku harus merelakan jabatan dan keluar dari organisasi tersebut, hingga masalah percintaanku, ibu selalu menolak siapapun dengan alasan yang berbeda-beda. Sampai suatu saat aku marah pada keadaan, pada jalan hidup yang diberikan Tuhan padaku dan mulai berpikir bahwa hanya ak...

Respect

Gambar
Saya punya sahabat, dia teman sebangku saya di SMA. Hobinya membaca novel dan berbagai buku motivasi lainnya. Karena setiap hari melihatnya membaca novel di waktu istirahat, saya pun terikut mencoba membaca satu novel yang sudah dia baca dan menceritakan hal-hal menarik dari novel tersebut. Kebiasaan membaca novel itupun masih ada hingga sekarang.  Ketika saya membaca sebuah novel, saya selalu membayangkan pemeran utama novel tersebut adalah diri saya. Tak jarang, saya selalu mengaitkan cerita dalam novel dengan kehidupan sehari-hari yang saya jalani. Bahkan seingat saya, saya pernah meminta orangtua saya untuk menyekolahkan di pesantren, karena terinspirasi dalam cerita dalam novel. Ini terus berlanjut hingga saya mulai membayangkan berada dalam keluarga yang islami, tuturkata yang lembut dan penuh dengan nuansa ilmu pengetahuan. Melihat bayangan saya saat itu ternyata sangat berbeda dengan kehidupan sehari-hari saya, saya menjadi tidak respect terhadap keluarga saya dan menyala...

Building Trust

Di tahun terakhir SMA, saya berkesempatan mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi jalur bebas tes   dengan melihat nilai rapor SMA, dan kemudian dinyatakan lulus. Sembari menunggu jadwal perkuliahan,  saya berlibur ke kampung halaman, rumah om saya. Beberapa hari kemudian, ibu saya merasakan nyeri dan konsultasi ke dokter praktek. Bagi keluarga saya, dokter ini sudah seperti keluarga. Sejak saya kecil hingga tamat SMA, kami selalu konsultasi dengan beliau. Setelah membicarakan keluhan dan solusi antara dokter dan ibu saya, sang dokter menanyakan sekolah saya. Dengan penuh percaya diri, ibu saya memberitahukan jurusan yang saya lulusi tanpa tes. Seketika raut wajah sang dokter berubah, nampaknya tidak begitu menyukai jurusan yang saya ambil. Dan dokter pun menyarankan jurusan yang lebih baik, menurutnya. Sesampainya di rumah, sepulang dari klinik, ibu saya menelpon dan menceritakan pendapat sang dokter tentang jurusan yang saya ambil. Karena kepercayaan yang penuh ib...

Hakuna Matata

Sewaktu SMA, sekitar tahun 2010, saya pernah terlibat dalam sebuah organisasi keagamaan luar sekolah. Beberapa kegiatannya membuat saya lebih berpikir kritis terhadap segala permasalahan yang terjadi di lingkungan rumah hingga pemerintahan. Namun tidak lama setelah keterlibatan saya di organisasi tersebut, keluarga saya mengetahui dan menolak. Saya pun memutuskan untuk tetap terlibat secara sembunyi-sembunyi hingga akhirnya saya ketahuan dan diminta untuk memilih tetap di organisasi tersebut atau bersama keluarga. Saat itu saya merasakan kesedihan karena menganggap hal itu  adalah pengalaman berat. Di satu sisi saya menyalahkan takdir Tuhan dan kemudian membandingkan takdir yang dimiliki oleh beberapa teman saya yang begitu bebas dan punya banyak waktu untuk berorganisasi tanpa takut ada penolakan dari keluarga sendiri. Saya akan mencoba deskripsikan situasi yang telah terjadi beberapa tahun yang lalu dengan rumus : E + R = O *rumus ini pertamakali saya dapatkan saa...