Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Outdoor Class : River of the life

Gambar
Dibawah pohon pinus, -Kak Naomi- salah seorang fasilitator outdoor class pagi itu mengarahkan kami untuk mengingat beberapa peristiwa penting dalam hidup yang kemudian digambarkan dalam ilustrasi sungai. Sungai yang penuh dengan bebatuan bisa jadi menggambarkan lika-liku kehidupan yang begitu berat dijalani. Begitupula jika sungai dipenuhi bunga yang indah bermekaran bisa jadi menggambarkan kebahagiaan di masa itu. Lika-liku kehidupan dan kebahagiaan tentu melibatkan beberapa orang di dalamnya. Ada yang sudah dimaafkan, namun ada pula yang masih tersisa rasa kecewa yang mendalam. Maka ilustrasinya bisa lebih berkembang lagi, tergantung dari kreativitas para peserta.   Setelah menceritakan alur kehidupan dalam ilustrasi sungai, fasilitator selanjutnya -Kak Therry- mengajak kami menuju tempat yang indah dan menenangkan. Kami menyebutnya air terjun perdamaian, meski nama sebenarnya air terjun Parangbugisi. Sebelum memulai perjalanan, Kak Therry memberikan tantangan kepada kami yan...

Resilience

Gambar
Sembari memandangi langit kelabu lewat jendela kamarku, aku menengok beberapa peristiwa yang kuanggap kelam dalam hidupku. Sejak kecil, ibu selalu memperlakukan ku secara berlebihan, khawatir berlebihan, memarahi berlebihan dan kadang membuatku tidak nyaman. Kekhawatiran yang berlebihan itu membuat ku tidak bisa memilih sesuatu yang aku inginkan, sekalipun warna baju, ataupun model sepatu. Bukan karena aku tidak pandai memilih, namun karena ibu ku yang selalu khawatir aku salah memilih. Sikap ibu berlanjut seperti itu hingga usiaku menginjak dewasa. Berbagai penolakan silih berganti datang padaku, dan hanya satu orang yang melakukan itu, cuma ibu. Mulai dari organisasi yang aku ikuti bahkan dipuncak kepemimpinanku, aku harus merelakan jabatan dan keluar dari organisasi tersebut, hingga masalah percintaanku, ibu selalu menolak siapapun dengan alasan yang berbeda-beda. Sampai suatu saat aku marah pada keadaan, pada jalan hidup yang diberikan Tuhan padaku dan mulai berpikir bahwa hanya ak...

Respect

Gambar
Saya punya sahabat, dia teman sebangku saya di SMA. Hobinya membaca novel dan berbagai buku motivasi lainnya. Karena setiap hari melihatnya membaca novel di waktu istirahat, saya pun terikut mencoba membaca satu novel yang sudah dia baca dan menceritakan hal-hal menarik dari novel tersebut. Kebiasaan membaca novel itupun masih ada hingga sekarang.  Ketika saya membaca sebuah novel, saya selalu membayangkan pemeran utama novel tersebut adalah diri saya. Tak jarang, saya selalu mengaitkan cerita dalam novel dengan kehidupan sehari-hari yang saya jalani. Bahkan seingat saya, saya pernah meminta orangtua saya untuk menyekolahkan di pesantren, karena terinspirasi dalam cerita dalam novel. Ini terus berlanjut hingga saya mulai membayangkan berada dalam keluarga yang islami, tuturkata yang lembut dan penuh dengan nuansa ilmu pengetahuan. Melihat bayangan saya saat itu ternyata sangat berbeda dengan kehidupan sehari-hari saya, saya menjadi tidak respect terhadap keluarga saya dan menyala...