Building Trust
Di tahun terakhir SMA, saya berkesempatan mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi jalur bebas tes dengan melihat nilai rapor SMA, dan kemudian dinyatakan lulus. Sembari menunggu jadwal perkuliahan, saya berlibur ke kampung halaman, rumah om saya. Beberapa hari kemudian, ibu saya merasakan nyeri dan konsultasi ke dokter praktek. Bagi keluarga saya, dokter ini sudah seperti keluarga. Sejak saya kecil hingga tamat SMA, kami selalu konsultasi dengan beliau. Setelah membicarakan keluhan dan solusi antara dokter dan ibu saya, sang dokter menanyakan sekolah saya. Dengan penuh percaya diri, ibu saya memberitahukan jurusan yang saya lulusi tanpa tes. Seketika raut wajah sang dokter berubah, nampaknya tidak begitu menyukai jurusan yang saya ambil. Dan dokter pun menyarankan jurusan yang lebih baik, menurutnya. Sesampainya di rumah, sepulang dari klinik, ibu saya menelpon dan menceritakan pendapat sang dokter tentang jurusan yang saya ambil. Karena kepercayaan yang penuh ib...