Happiness

Coba ceritakan pengalaman paling membahagiakan dalam hidupmu?

Pertanyaan ini kali kedua saya dapatkan, tapi tetap saja saya masih ragu dan bingung untuk bercerita. Kenapa? Karena setiap kali saya mengingat momen membahagiakan yang ingin saya ceritakan, seketika muncul pertanyaan dalam benak saya, “Ih, pengalaman itu membahagiakankah untuk didengarkan oranglain? Hmm. Ah, sepertinya biasa saja!”. Kemudian saya mencoba mengingat lagi momen membahagiakan lainnya, namun tetap saja pertanyaan dan keraguan itu terus muncul hingga membuat saya menyimpulkan, saya tidak punya pengalaman paling membahagiakan yang menarik untuk diceritakan. Tetapi karena harus bercerita, saya hanya menerka-nerka kira-kira pengalaman apa yang saya alami yang bisajadi membahagiakan jika didengar oleh oranglain.

Setelah sesi saling bercerita selesai, saya mendengar banyak cerita, banyak pengalaman dari teman-teman. Ada yang membuat saya ikut bahagia, namun ada juga pengalaman yang membuat saya bingung dimana letak kebahagiaannya.

Rasa bingung saya saat itu membuat saya sadar, bahwa setiap orang mempunyai indikator kebahagiaan yang berbeda-beda. Seseorang yang merantau, jauh dari keluarga dalam waktu yang lama, bisajadi momen berkumpul dengan keluarga adalah pengalaman yang paling membahagiakan. Sebaliknya, seseorang yang hanya berkutat dirumah, setiap hari berkumpul dengan keluarga, dan jarang berkesempatan untuk hangout bersama teman, bisajadi berinteraksi dengan teman adalah pengalaman yang paling membahagiakan.

Indikator kebahagiaan yang berbeda-beda ini pula membuat saya sadar lebih dalam kalau saya tidak perlu ragu untuk bercerita pengalaman bahagia karena saya yang alami, saya yang merasakannya. Saya harusnya tidak perlu memikirkan standar bahagia oranglain untuk bercerita. Membuat oranglain bahagia dengan cerita saya adalah diluar ruang kendali saya.

Sesi refleksi : happiness, ini memberikan saya pelajaran berharga tentang menghargai dan mensyukuri setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan saya dan berusaha untuk tidak membanding-bandingkan jalan hidup yang diberikan oleh Tuhan kepada saya dan oranglain. Semua sudah sesuai dengan porsinya. Ujian, cobaan, kebahagiaan telah tertakar sempurna.

 

Sungguminasa, 24 Juni 2020

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hakuna Matata

Building Trust

Resilience